1 |
Isteriku yang Terbang
Cerpen
Lily Yulianti Farid
Kata Ayumi, adalah biasa laki-laki Jepang memukuli kepala isteri
dan anaknya. Tapi rasanya sulit mendapatkan bayangan bagaimana adegan
itu terjadi pada perempuan itu. Ia memang mungil. Tapi tidakkah segala
wawasan dan pengetahuan serta...
Dimuat di
Jurnal Nasional
06/28/2009 |
2 |
Eter
Cerpen
Ucu Agustin
Tak ada kau di kursi itu, Eter. Gelombang nyanyian dari salon di sudut
bar mengubahmu dari ingatan keras kepala menjadi genangan yang mencair
di hatiku, kau tahu. Malam jadi beku meski di sini...
Dimuat di
Jawa Pos
06/28/2009 |
3 |
Di Bangku Taman
Cerpen
Agus Dwi Putra
Taman ini
tidak pernah berubah. Daun ketapang yang berserakan di sepanjang
trotoar, burung gereja yang terbang menyongsong pagi, sapaan hangat
pengunjung pada saat bertemu pandang, masih sama seperti yang pernah
kurekam di dalam ingatan.
Aku duduk...
Dimuat di
Kompas
06/28/2009 |
4 |
Opera Sabun
Cerpen
Kurniawan Junaedhie
Seorang wanita muda menjadi korban mutilasi di Ragunan. Potongan
tubuh korban ditemukan hanya 5 meter dari Jalan Raya Kebagusan, Jakarta
Selatan. Potongan tubuh pertama yang berisi potongan tangan dan kaki
terbungkus travel bag hitam...
Dimuat di
Suara Pembaruan
06/28/2009 |
5 |
Manusia Setan
Cerpen
M. Anshor Sja'roni
Setiap akan berangkat tidur,Maili mengambil air wudu.Sembahyang dua rakaat sambil berdoa untuk keselamatan diri dan keluarganya,juga ibu dan bapaknya.
Kemudian ia menuju tempat tidur membayangkan apa yang bakal terjadi esok hari.Tentu saja...
Dimuat di
Seputar Indonesia
06/28/2009 |
6 |
Mutilasi Cinta Seorang Ibu
Cerpen
Sungging Raga
“Jadi, siapa yang akan bercerita untuk anak-anak malam ini?” Tanyaku pada istriku.
“Kamu.”
“Dan siapa yang akan membangunkan mereka esok hari?”
“Ya kamu.”
“Lalu yang akan mengantar mereka bertamasya?”
“Kamu juga.”
“Yang menemani?”
“Kamu lah!”
“Yang mendampingi belajar malam...
Dimuat di
Batam Pos
06/28/2009 |
7 |
Bulan Separuh Bayang
Cerpen
Dahlia Rasyad
Semenjak kepergian ayah, ibu selalu menghabiskan malam di kursi goyang sambil memandang pesona bulan dan kesejukan taman. Saat-saat di pertengahan kalender ia sudah duduk di sana sambil membaca novel tua yang...
Dimuat di
Pikiran Rakyat
06/28/2009 |
8 |
Sebelum Pulang
Cerpen
Yuli Nugrahani
Aku tidak akan pergi. Aku sudah putuskan dan tidak ada seorangpun bisa memaksaku. Dari ujung mata, aku melihat Ratmi menarik nafas panjang. Berpandangan dengan suaminya, lalu beranjak duduk di sebelahku. "Lik, nggak...
Dimuat di
Suara Karya
06/27/2009 |
9 |
Akad Nikah
Cerpen
Anton Septian
Nalurinya menginginkan agar ia tetap bebas, tidak menikah. Sekali engkau menikah, maka selesailah sudah semuanya, kata hatinya. - James Joyce, Rumah Kos. ...
Dimuat di
Jurnal Nasional
06/21/2009 |
10 |
Primadona
Cerpen
Saut Poltak Tambunan
alam Minggu di Taman Hiburan di tengah Kota Jogya. Makin larut makin ramai. Penonton uyel-uyelan
berjoget di depan panggung. Hanya beberapa yang betah duduk
goyang-goyang kaki di bangku taman. Begitulah dangdut. Jogetnya...
Dimuat di
Suara Pembaruan
06/21/2009 |