1 |
Perempuan di Simpang Tiga
Cerpen
K Usman
Tiba di simpang tiga, gadis belia itu teringat permintaan fotografer tua, tetangga barunya, senja kemarin. Dia diminta menjadi foto model berlatarbelakang masjid, di tepi pantai. Permintaan itu sungguh tidak pernah diduganya....
Dimuat di
Republika
02/17/2008 |
2 |
Roda Kehidupan
Cerpen
Badarudin
Besi berkarat itu telah tiap hari dia pegang erat, hingga kapalan telapak tangannya membekas. Matanya pucat menerawang hingga seolah menembus berlapis-lapis tembok yang ada di hadapannya untuk sebuah rindu yang tertahan...
Dimuat di
Lampung post
02/17/2008 |
3 |
Cinta
Cerpen
Hermawan Aksan
PISAU lipat itu bergetar di genggamanku.Ah,pasti karena denyut jantungku yang kian kencang, seperti pegas di ambang retas. Pisau itu baru kubeli di toko kecil tak jauh dari rumahku.
Hijau...
Dimuat di
Seputar Indonesia
02/17/2008 |
4 |
Kembang Dewaretna
Cerpen
Yanusa Nugroho
”Mas, ayo, sudah setengah delapan, lho…,” suara itu terdengar lembut meskipun ada nada khawatir ketika mengucapkan ajakan itu.
Laki-laki yang masih mencangkung dengan sebatang kereteknya itu menoleh sesaat. Sepasang...
Dimuat di
Kompas
02/17/2008 |
5 |
Jalan Soeprapto
Cerpen
Yetti A KA
TURUN di Simpang Lima lepaslah pandang ke arah patung kuda. Beberapa waktu lalu -aku lupa tepatnya kapan, segalanya cepat berubah, tiba-tiba aku sudah berada di tempat asing dengan segala sesuatu serba...
Dimuat di
Jawa Pos
02/17/2008 |
6 |
Cerpen Buat Saya
Cerpen
Sunaryono Basuki Ks
Saat kubuka e-mail sore itu di sebuah warnet kecil dekat rumah, ada kiriman dari alamat yang tak kukenal. Apa benar kiriman e-mail itu untukku sendiri atau sebagaimana biasa aku hanyalah salah...
Dimuat di
Suara Pembaruan
02/17/2008 |
7 |
Memaknai Aries
Cerpen
Dewi Alizar
Aries..! Lelaki berlambang zodiak biri-biri jantan ini selalu meninggalkan kesan bagiku. Entah itu kesan baik ataupun tidak, yang penting telah menggoreskan kenangan dalam kehidupanku. Sebelum mencari tahu tentang Aries dari buku...
Dimuat di
Batam Pos
02/17/2008 |
8 |
Buncit 12
Cerpen
Riz Koto
Sore itu, di halte bus Buncit 12, tiba-tiba saja hujan turun dengan lebatnya. Aku yang tadinya memperkirakan selamat dari hujan dalam perjalanan pulang dengan motor ke Pasar Minggu, terpaksa buru-buru berbelok...
Dimuat di
Suara Karya
02/16/2008 |
9 |
Rumah untuk Kemenakan
Cerpen
Iyut Fitra
Di bingkai jendela rumah gadang, Kalan menatap jauh ke halaman. Gelap yang terpampang. Sebuah panorama kelam dari malam yang menerjang. Segelap hatinya yang berselimut gundah. Getir. Ngilu. Dan serasa ada sayat...
Dimuat di
Kompas
02/10/2008 |
10 |
Gampong
Cerpen
Arafat Nur
Sayup-sayup terdengar kumandang azan Ashar dari masjid tua di perkampungan kumuh itu. Suara yang tak punya fariasi dan menonon terdengar setiap masuk waktu shalat. Suara siapa lagi, kalau bukan suara Pak...
Dimuat di
Republika
02/10/2008 |