1 |
Apalah Nama
Cerpen
Sori Siregar
Rekan-rekan sekerjanya menyebut namanya Syahbudin Tip. Syahbudin
tidak keberatan dengan nama barunya itu. Bahkan, ia lebih menyukai nama
Syahbudin Tip daripada Syahbudin Geming, namanya yang sebenarnya. Rekan-rekannya
memberi nama tersebut bukan tanpa alasan. Di restoran...
Dimuat di
Kompas
10/12/2008 |
2 |
Kandang
Cerpen
Yanusa Nugroho
Jika saja kau mengetahui di mana aku tinggal, mungkin kau akan
sependapat dengan apa yang akan kuceritakan kepadamu. Di sini, di
tempat tinggalku, kau tak akan menjumpai manusia. Ya. Kau tak akan
menjumpai sesosok...
Dimuat di
Jawa Pos
10/12/2008 |
3 |
Kitab Kemungkinan
Cerpen
Alex R
Pada awalnya mudah, seperti seseorang yang berkata-kata saja. Pembicaraan biasa, ngalor-ngidul, ngelindap,
terkadang tersangkut di sana-sini. Serupa dengan pembicaraan
orang-orang di warung kopi. Tak ada yang rumit, paling-paling sesekali
hanya mengeluarkan pendapat tak berarti....
Dimuat di
Republika
10/12/2008 |
4 |
Dua Orang Ayah
Cerpen
Aris Kurniawan
Kita duduk di sana, di warung kopi tepi kanal yang sepi. Wajahmu
keruh kelabu seperti warna baju yang kaukenakan. Meneguk jeruk hangat
yang disuguhkan pelayan dengan mata lurus ke depan. Rambutmu yang agak
keriting...
Dimuat di
Suara Pembaruan
10/12/2008 |
5 |
Ompung dan Si Pematung
Cerpen
Martin Aleida
<p>Sembilan puluh satu dia
sekarang. Yang dia rencanakan untuk hidupnya, semua sudah tercapai.
Yang tak pernah dia bayangkan pun malah sudah dia nikmati. Sebuah
kuburan sudah dia persiapkan di atas bukit. Dan dia membayangkan,
patungnya,...
Dimuat di
Kompas
10/05/2008 |
6 |
Menuju Pulang
Cerpen
Indrian Koto
Semakin
jauh kau diseret perjalanan, semakin besar debar yang menimpamu. Matamu
berpacu dengan laju. Di luar, dari kaca bis yang separuhnya dibiarkan
terbuka --angin dan debu menerpa wajah dan kulitmu, menerbangkan
anak-anak rambutmu-- kau melihat...
Dimuat di
Jawa Pos
10/05/2008 |
7 |
Sudah Delapan Lebaran
Cerpen
Mustafa Ismail
Ibu
tiba-tiba murung dan menjadi begitu pendiam. Itu mulai terjadi beberapa
hari setelah memasuki Ramadhan. Wajahnya yang mengguratkan garis-garis
ketuaan terlihat makin jelas. Ia tidak bersemangat melakukan apa pun.
Makan pun tidak lagi begitu lahap....
Dimuat di
Republika
10/05/2008 |
8 |
Ketupat Gulai-Paku, atau Opor...
Cerpen
Adek Alwi
a serasa mencium aroma gulai-paku,
juga opor ayam, buatan ibu. Salah satu di antaranya sedap dijadikan
pasangan ketupat, menguahi ketupat hingga basah-kuyup disertai rumbai
daun paku alias pakis, atau opor daging ayam yang...
Dimuat di
Suara Pembaruan
10/05/2008 |
9 |
Usaha Menjadi Sakti 2
Cerpen
Gunawan Maryanto
<p>1</p>
<p>TIBA-TIBA saja kampungku demam olah kanuragan. Dari bapak-bapak
sampai ke anak-anak. Tak terkecuali aku, salah satu anak-anak itu. Dan
Mas Bono adalah salah satu pelopornya. Pegawai administrasi di sebuah
kantor kepolisian itu, bapak satu...
Dimuat di
Suara Merdeka
10/05/2008 |
10 |
Apa Kabar, Malam
Cerpen
Indra Tranggono
SEORANG Perempuan menulis sajak dalam benak dengan tinta hitam malam. Seluruh pori-porinya mengembang. Peluhnya sangat deras menjelma ribuan kata, ribuan kalimat yang mengalir dari telaga kenangan. Kadang Perempuan itu cemas, kadang...
Dimuat di
Jawa Pos
07/13/2008 |